ANGAN-ANGAN TUK JADI PROFESIONAL
BELAJAR PROFESIONAL BUTUH KESABARAN DAN KEULETAN TUK MAJU... .
Penerimaan Siswa Baru
semarang setara
sertifikasi guru
DINAS PENDIDIKAN KOTA SEMARANG
situs untuk para guru
pdk jateng
lpmp jawa tengah
komodo
Ayo memburu jadi guru Profesional
guru , berGUna tanpa harus saRU
Selasa, 01 November 2011
MATEMATIKA BUKAN GENDRUWO
Selasa, 24 Mei 2011
JADWAL PPD SMP 30 TAHUN 2011 KOTA SEMARANG
TUNJANGAN SERTIFIKASI GURU 2011
Senin, 31 Januari 2011
SIAP UJIAN NASIONAL 2011
Lulus 100% dengan Nilai Luar Biasa adalah slogan SMP Negeri 30 Semarang yang telah dicanangkan oleh Kepala SMPN 30 yaitu Bapak Drs. Al. Bekti Wisnu Tomo,MM sejak akhir semester 1 yang lalu, slogan tersebut mengajak para siswa, guru dan semua warga sekolah untuk berlomba meraih prestasi yang terbaik. Untuk itu baik siswa maupun guru pada saat ini sudah mulai menyusun kiat- kiat untuk menghadapi Ujian Nasional yang akan diselenggarakan pada tanggal 25 April 2011 sampai dengan 28 April 2011. Kiat-kiat yang paling menonjol adalah adanya penambahan jam pelajaran pagi dimulai pukul 06.15 yang telah dimulai sejak bulan Oktober 2010 baik untuk kelas IX maupun kelas VIII, demikian juga untuk siswa yang dianggap sangat kurang dan membutuhkan perhatian khusus, diberikan juga pelayanan khusus berupa Klinik pembelajaran, dimana siswa tersebut diberikan pembelajaran khusus secara privat diluar jam pelajaran. Diharapkan dengan berbagai kiat tersebut siswa SMPN 30 Semarang dapat mencapai target kelulusan yang diinginkan. Inilah beberapa kiat dari bapak/ibu guru dan siswa SMPN 30 Semarang
Wakil Kepala SMPN 30: Hj. Aminah K, S.Pd.,M.Pd. (Bu Am)
- Mengkondisikan Guru dan siswa untuk sukses UN
- Guru harus memberikan motivasi kepada siswa untuk semangat belajar meraih nilai terbaik meskipun kelulusan menggunakan formula baru
- Efektif PBM, Penambahan jam pelajaran
- Menangani secara khusus siswa yang kurang dengan Klinik
Guru IPA SMPN 30: M. Zajuri, S.Pd. (Pak Z)
- Dekati Tuhanmu, disiplin, kurangi tidur
- Perbanyak latihan dan Klinik untuk yang kurang
Guru Bhs Indonesia SMPN 30: Dra. Suprihatiningsih ( Bu Prih)
- Berlatih menjawab soal-soal dengan merinci kesulitan yang sering dihadapi siswa
- Klinik adalah andalan untuk siswa yang kurang
Guru Bhs. Inggris SMPN 30: Yogi Kristiana, S.Pd. (Bu Yogi)
- Drill soal-soal
- Mendata kosa kata-kosa kata terbaru
- Perhatian untuk siswa kurang ditambah porsinya
Guru Matematika SMPN 30: Sri Widiastuti (Bu Wid)
- Latihan soal diperbanyak
- Pendekatan secara pribadi baik pada jam pelajaran maupun saat diluar pelajaran bagi anak-anak yang kurang
- Klinik adalah usaha yang nyata untuk penyembuhan
Siswa SMPN 30: Widya Ayu (Ayu)
- Mengurangi kegiatan yang tidak penting
- Mengurangi bermain HP terutama SMS
- Jam belajar ditambah
Siswa SMPN 30: Bagaskoro (Bagas)
- Belajar dengan mandiri
- Mengurangi menonton TV
- Mengurangi bermain game dan internet
Rabu, 25 Februari 2009
artikel ini pernah terbit di radar semarang jawa pos
HAMBATAN UNTUK MEMBUAT DAN MENGESAHKAN PTK
Oleh :
Yustinus Tri Warsanto
Guru Matematika
SMPN 30 Semarang
Melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sangatlah berguna dan bermanfaat bagi guru, karena dengan melaksanakan PTK membuat guru menjadi tahu dan tanggap terhadap keadaan , permasalahan dan perkembangan pembelajaran di kelasnya. Dengan guru melaksanakan prosedur dan tahapan atau kegiatan-kegiatan PTK secara benar maka guru tersebut akan mampu belajar untuk memperbaiki proses belajar mengajarnya pada kelas yang diampunya. PTK atau Classroom Action Research juga merupakan salah satu bentuk karya ilmiah yang menjadi syarat penilaian angka kredit pengembangan profesi untuk kenaikan pangkat golongan IV , sehingga pelaksanaan PTK sangatlah berguna untuk mendukung peningkatan jabatan guru. Karena pelaksanaan PTK tidak mengganggu tugas pokok seorang guru dan penelitian tersebut terintegrasi dengan proses belajar mengajar, dengan demikian memudahkan guru untuk melaksanakannya. Tetapi pada kenyataannya sebagian guru tidak bersemangat untuk melaksanakan PTK ini, yang berakibat bertumpuknya guru-guru bergolongan IV/a yang mentok kepangkatannya. Penyebab tidak bersemangatnya guru dalam melaksanakan pembuatan PTK karena berbagai alasan dan hambatan yang berasal dari guru itu sendiri, orang lain maupun dari institusi yang berkompeten untuk pengembangan profesi guru.
Faktor penghambat
Berbagai faktor penghambat guru melaksanakan PTK antara lain
- Guru merasa dan mengerti bahwa melaksanakan PTK bukan merupakan suatu kewajiban guru dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, sehingga tidak perlu untuk melaksanakan PTK , karena tidak melaksanakan PTK tidak ada sangsinya
- Sejak awal banyak guru yang beranggapan bahwa karya ilmiah dan PTK hanya diperuntukkan untuk guru PNS yang bergolongan IV saja, sehingga guru yang belum bergolongan IV tidak merasa dituntut untuk membuat PTK, dampak yang terjadi adalah kurangnya minat untuk melaksanakan PTK karena merasa masih jauh dan masih merupakan angan-angan untuk sampai ke golongan IV
- Kepasrahan dan kepuasan guru yang sudah mencapai ke golongan IV/a, yang beranggapan bahwa kepangkatannya sudah mentok dan tidak bisa lagi naik pangkat karena merasa sudah tidak mampu berpikir lagi untuk melaksanakan PTK dan maaf tidak mau lagi bekerja ekstra meluangkan waktu untuk membuat PTK
- Kurangnya pengetahuan guru mengenai PTK yang baik, hal ini disebabkan minimnya pelatihan-pelatihan khusus untuk untuk guru yang dilaksanakan oleh institusi atau lembaga penelitian untuk pengembangan profesi guru
- Ketidaktahuan guru tentang PTK yang baik dan layak disebut PTK serta dapat disahkan serta mendapat poin dalam angka kredit pengembangan profesi untuk kenaikan pangkat guru
- Ketidakjelasan mengenai lembaga mana yang berhak untuk mengesahkan PTK serta menyatakan bahwa PTK layak disebut PTK dan mendapat nilai poin untuk angka kredit pengembangan profesi sebagai kenaikan pangkat guru
Dari uraian beberapa faktor yang menjadi penghambat pelaksanaan PTK, akan kita fokuskan pada hambatan yang ke 6 yaitu Ketidakjelasan mengenai lembaga mana yang berhak untuk mengesahkan PTK serta menyatakan bahwa PTK yang layak disebut PTK dan mendapat nilai poin untuk angka kredit pengembangan profesi sebagai kenaikan pangkat guru. Karena hambatan inilah yang menyebabkan dasar atau pokok dari hambata-hambatan yang terjadi. Banyak guru yang akan memulai dan bersemangat untuk melaksanakan PTK, tetapi setelah mereka saling bercerita dan berdiskusi serta menyampaikan pengalaman –pengalaman bagaimana caranya mengesahkan dan menilaikan PTK , maka semangat yang tadinya berkobar menyala-nyala menjadi suram bahkan mendekati padam, lemah tanpa hasrat untuk memulai melaksanakan PTK. Karena guru-guru sama-sama tidak tahu harus kemana PTK yang mereka laksanakan akan disahkan , hanya kabar angin yang mereka peroleh, ada yang mengatakan cukup disahkan kepala sekolah yang bersangkutan sudah diakui dan dinilai, tetapi ada juga yang mengatakan harus disahkan oleh LPMP karena sebagai Lembaga Peningkatan Mutu Pendidik yang berhak menilai, serta ada juga yang memberi informasi bahwa pelaksanaan PTK harus bekerja sama dengan lembaga penelitian perguruan tinggi. Dari kerancuan pendapat, kabar angin dan berita-berita yang tidak pasti dan sampai sejauh ini belum ada surat atau edaran pasti yang menyatakan bahwa penilaian PTK dilaksanakan oleh suatu lembaga tertentu yang berhak untuk menilai dan mengesahkan karya ilmiah, sehingga yang muncul adalah melemahnya hasrat dan semangat untuk melakukan penelitian. Meskipun dalam peraturan angka kredit bagi jabatan guru sudah diatur tetapi pada prakteknya berlainan. Guru yang telah melaksanakan PTK dengan tahapan tahapan yang sudah benar tetapi pada akhirnya untuk pengesahannya terhambat atau malah ditolak, membuat banyak guru pasif untuk melaksanakan PTK.
Solusi Penilaian PTK
Karena sama-sama tidak mengetahui informasi yang benar antara satu guru dan guru yang lainnya mengenai cara mengesahkan dan menilaikan PTK, serta tidak adanya surat etau edaran resmi yang menyatakan lembaga atau unit pelaksana yang berhak menilai suatu karya ilmiah , maka solusi tepat untuk tetap semangat dalam pembuatan karya ilmiah khususnya PTK adalah :
- Rasa percaya diri dan kemauan yang pasti bahwa pembuatan PTK atau karya ilmiah yang lain, didasari oleh keinginan kita untuk lebih maju , biarpun karya kita dinilai ataupun tidak dinilai kita tetap ndablek untuk menjadi bisa ,. Hal ini akan berakibat positif bagi kita, dimana kita sebagai guru akan terbiasa untuk menulis , meneliti, ataupun melihat suatu permasalahan dalam pembelajaran yang kita laksanakan dengan mencoba mengatasinya melalui suatu penelitian sesuai tahapan PTK
- Bahwa penelitian yang akan kita buat dan kita laksanakan bukan hanya semata-mata hanya untuk proses kenaikan pangkat saja melainkan untuk meningkatkan pengetahuan kita serta sebagai ajang latihan dalam mengembangkan dan meningkatkan profesionalisme kita, sehingga kita bisa menjadi guru yang baik sekaligus sebagai guru yang professional
- Penelitian yang akan kita laksanakan, kita yakini sebagai langkah maju kita untuk dapat mengatasi sebagian kecil dari permasalahan-permasalahan yang terjadi pada saat proses belajar mengajar berlangsung, sehingga penelitian yang dilaksanakan dapat membantu kesulitan serta permasalahan siswa saat pembelajaran dan kita sendiri sebagai guru mampu mengatasi permasalahan yang terjadi, baik masalah yang ditimbulkan dari siswa maupun dari kita sebagai guru.
- Dengan rasa ndablek untuk maju ,dinilai ataupun tidak dinilai, disetujui ataupun tidak disetujui, ajukan penelitian PTK yang kita buat saat mengusulkan penilaian angka kredit, dengan catatan kita melaksanakan PTK sesuai tahapan yang ditentukan. Biarkanlah lembaga yang berwenang akan menilai tidak usah kita pikirkan
- Kumpulkan beberapa teman guru untuk bersama-sama mengundang pakar atau ahlinya dalam pembuatan PTK, agar kita mendapat bimbingan dan pengarahan dalam melaksanakan PTK dari awal hingga akhir penelitian, niscaya ada rasa kemantapan akan kerja kita untuk melaksanakan PTK.
Dengan kengototan kita untuk menjadi maju mengembangkan kemampuan pribadi dan sosial serta tanpa memedulikan akan mendapat atau tidak mendapat imbalan berupa nilai angka kredit , disahkan atau tidak disahkan PTK yang kita buat, lama kelamaan, lambat laun pasti PTK yang kita buat akan layak untuk dinilai dan disahkan. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk memicu semangat baru untuk memulai berlatih membuat dan melaksanakan PTK dan jika tulisan ini dibaca oleh para pakar dan lembaga yang berwenang untuk melatih, mengesahkan dan menilai PTK dapat memberikan arahan dan wawasan baru bagi guru-guru untuk pengembangan profesi dan menjadi guru yang professional.
